Google

Hasil penelusuran

Selasa, 15 September 2015

Info Sekolah

Hari Selasa, 15 September 2015, SMP Pangudi Luhur Santo Albertus memasukkan peserta didiknya jam 08.00 karena kabut asap di Ketapang akibat efek dari kebakaran hutan yang semakin menjadi. Dari hari ke hari kabut asap di Ketapang semakin tebal, karena hal inilah sekolah mengambil kebijakan untuk memasukkan peserta didik agak siang.
Sore ini ada kegiatan latihan pramuka untuk siswa kelas VII dan Tim Leadership SMP Pangudi Luhur Santo Albertus pada hari Jumat, 18 September 2015 akan ada latihan bersama dengan SMP Negeri 1 Ketapang.
Latihan bersama akan dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ketapang jam 15.00 WIB.

Kabut Asap

Kabut Asap Semakin Menjadi di Ketapang Kalimantan Barat

Kebakaran hutan di kawasan Kalimantan Barat dari hari ke hari semakin menjadi. Akibat kebakaran hutan inilah menimbulkan kabut asap. Kabut asap sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas kita sehari-hari. sudah menjadi langganan setiap tahunnya jika mulai musim kemarau, bencana asap selalu muncul. Ini semua akibat dari ulah manusia yang tak peduli terhadap lingkungan, selain itu karena manusia hanya mementingkan uang untuk kepentingannya sendiri tanpa memikirkan efek bagi orang lain. Kabut asap ini sudah masuk taraf berbahaya sehingga pemerintah memerintahkan aparat untuk menyelesaikan permasalahan ini secepatnya. pelaku harus ditindak tegas agar hal semacam ini tidak terulang kembali pada tahun-tahun berikutnya. 
Kabut asap ini sangat mengganggu aktivitas kita, selain itu juga mengganggu penerbangan dan kesehatan anak-anak. Dinas Pendidikan Ketapang menghimbau kepada sekolah-sekolah untuk membuat kebijakan memasukkan peserta didiknya untuk masuk sekolah siang hari atau meliburkan sekolah untuk sementara waktu karena kabut asap yang semakin tebal.

Selasa, 14 April 2015

Ujian Nasional Bukan Lagi Jadi Penentu Kelulusan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, Ujian Nasional kali ini bukan lagi jadi penentu kelulusan siswa. Kemendikbud kali ini mempercayakan kelulusan kepada sekolah dan nilai UN bisa digunakan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, Minggu (12/4/2015).

Guru Kreatif dan Inovatif


Anak adalah harapan satu-satunya bagi orang tua. Sebagian besar orang tua  menginginkan  generasi penerusnya sukses sebagaimana orang tuanya.  Bahkan lebih sukses lagi melebihi  dari apa  yang diharapkan. Melihat kenyataan sekarang  harapan orang tua seperti itu terkadang bertolak belakang dengan kenyataannya. Ada anak yang sulit sekali menerima materi pelajaran sekolah, dan ada pula anak yang cepat menerima materi pelajaran dari gurunya. Di sisi lain kita juga sering kali  mendengar pengakuan dari anak–anak secara jujur. Guru ada  yang menakutkan,membosankan,  menjengkelkan dan lain-lain. Kalau benar  yang terjadi demikian.. maka bisa jadi anak – anak di kelas hanya menemukan buku pelajaran, bangku sekolah, mencatat, dan tidak pernah menemukan media belajar. Padahal usia anak di tingkat Sekolah Dasar adalah usia pertumbuhan.

Dalam usia pertumbuhan inilah masa usia emas untuk memacu semua aspek pribadi anak antara lain fisik, psikis, mental, dan spiritual yang bermutu. Sehingga Jangan sampai berhari-hari rutinitas yang dilakukan  anak-anak,
1.      hanya menulis, membaca buku, dan mendengarkan guru berceramah. Sementara itu hal–hal yang dibutuhkan anak justru tidak didapat. Seperti membongkar, membangun, bereksperimen, merancang, merencanakan, berkomunikasi serta memecahkan masalah. Anak tidak bisa menikmati lezatnya belajar.
2.      Setiap hari guru seringkali meninggalkan kelas. Guru hanya memberi tugas, PR, menagih tugas, sambil marah, dan sebagainya. Tentu suasana yang seperti itu dirasa anak kurang nyaman tidak bisa menikmati. Sekolah sudah  kehilangan maknanya sebagai wahana pendewasaan bagi seluruh penghuni di dalamnya. Serta penanaman ide, gagasan, dan kreatifitas otoritas-otoritas yang bersinggungan dengan keberadaannya.

Kalau yang terjadi sudah seperti itu,  berarti tidak ada  bedanya sekolah dengan penjara. Ruang-ruang kelas bagi siswa, lebih mirip dengan kerangkeng. Pintu-pintu  yang tertutup ketika pelajaran berlangsung, akan merusak cakrawala optik alternatif, bangku-bangku yang memaku tubuh anak-anak menyebabkan  sedikitpun anak tidak bisa bergerak, dan guru-guru mirip sipir penjara, marah jika dikritik, menolak jika ada usulan, membentak jika ada kesalahan, bahkan memukul ketika ada yang dirasanya pantas dipukul. Sehingga wajar ketika anak mendengar bel pulang berbunyi, apa yang terjadi? Anak langsung bersorak sorei “ Hore aku bebas “ mungkin itu yang akan diucapkan anak ketika keluar dari kelasnya.

Gambaran sekolah yang demikian dirasakan oleh anak kurang menginspirasi dan membosankan. Untuk itu  keadaan yang seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Harus kita rubah strategi, model, dan pola pikir kita untuk menghantarkan anak  sukses. Kita sebagai guru yang Profesional harus segera mengambil langkah yang cepat, tepat, akurat, dan kreatif. Dalam media KOMPAS.com  disampaikan bahwa Seorang guru harus bisa membangun iklim komunikasi yang baik dengan siswanya, agar para siswa mengerti apa yang disampaikan, dan membuat aktivitas belajar berjalan  menjadi lebih efektif, kreatif,  dan menginspirasi.

STRATEGI PEMBELAJARAN 10 CARA BELAJAR YANG EFEKTIF

Kita setuju bahwa pembelajaran perlu terjadi seumur hidup dan dalam semua segi kehidupan. Masalahnya kemampuan seseorang untuk menyerap dan memiliki pengetahuan yang baru sebenarnya terbatas. Apalagi dalam jaman information overload seperti sekarang, di mana jumlah pengetahuan yang dapat dipelajari sudah melebihi kapasitas manusia untuk menyerapnya.Artinya dengan keterbatasan waktu, tenaga, ingatan dan kemampuan lainnya, kita perlu memberi prioritas pada strategi pembelajaran yang dapat memberi kita hasil yang maksimal dalam waktu yang terbatas. Artikel berikut yang saya ambil dari About.com: Psychology membahas beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan pembelajaran kita.

1.       Pelajari dasar-dasar peningkatan kemampuan ingatan - ada teknik-teknik tertentu yang dapat membantu kita untuk meningkatkan kemampuan mengingat, yang tentu saja akan bergantung pada daya ingat dan cara belajar seseorang. Beberapa hal yang bisa kita pelajari misalnya tehnik mind map, mnemonik dll.
  1. Pelajari dan terapkan hal-hal yang baru. Satu cara untuk menjadi pembelajar efektif adalah dengan terus belajar. Dengan mengulangi pembelajaran hal-hal baru dan memprakekkannya, kita sedang membangun jalur jaringan di otak yang akan memperkuat koneksi kita dengan informasi yang baru tersebut
  2. Belajar dengan cara yang berbeda. Jelas setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda. Namun jika kita mau mempelajari cara belajar yang lain (visual, audio, kinestetik) ataupun metode pembelajaran yang lain, otak akan dapat menaruh informasi tersebut di beberapa tempat yang berbeda, yang akan memudahkan pemanggilan informasi tersebut.
  3. Ajarkan apa yang sudah kita pelajari pada orang lain - salah satu cara terbaik untuk mempelajari sesuatu adalah dengan mengajarkannya pada orang lain. Tentunya setelah melewati proses internalisasi dan translasi, di mana kita akan mengajarkan dengan cara dan metode yang cocok dengan cara kita sendiri dan bukan sekedar menjiplak. Menulis blog adalah salah satu cara untuk mengajarkan sesuatu dengan cara yang berbeda kepada orang lain.
  4. Gunakan pembelajaran terdahulu untuk mempelajari hal yang baru. Ini disebut pembelajaran relasional, di mana kita akan melibatkan informasi yang baru pada hal-hal yang sudah kita ketahui.
  5. Praktekkan – cari pengalaman. Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran adalah dengan mempraktekkannya – dan bukan sekedar mempelajari atau menulis sesuatu tentang informasi tersebut.Praktekkan pengetahuan baru secara rutin!
  6. Carilah jawaban dan bukan sekedar mengingat - sebisa mungkin jika kita sedang berusaha mengingat suatu informasi, lebih baik kita melakukan riset untuk mendapatkan jawabannnya. Jika kita terbiasa mengingat suatu informasi, ada kecenderungan kita akan melupakan informasi tersebut di masa depan. Hal ini terjadi karena dengan mengulangi percobaan mengingat, kita sedang merekam aktivitas secara negatif dan bukannya positif dalam ingatan kita.
  7. Pahami bagaimana cara terbaik untuk belajar – setiap orang unik, termasuk dalam cara dan strategi pembelajarannya. Semakin kita memahami keunikan, kekuatan dan kelemahan kita, semakin kita dapat belajar secara efektif
  8. Gunakan ujian untuk meningkatkan pembelajaran – ujian menolong kita untuk dapat mengingat informasi yang diujikan dalam jangka waktu yang lebih lama
  9. Stop Multitasking-riset telah memperlihatkan multitasking sebenarnya membuat pembelajaran menjadi kurang efektif.